WEPARTNERS.id – Banyak praktisi PR dan pemilik bisnis mulai skeptis: “Apakah mengirim press release ke media masih relevan di tahun 2026?”
Jawabannya: Press release tidak mati, ia hanya berevolusi.
Penyebab rilis Anda berakhir di tempat sampah digital bukan karena formatnya kuno, tapi karena kontennya yang tidak memiliki nilai berita.
Di tengah banjir informasi, wartawan hanya memiliki waktu hitungan detik untuk memutuskan apakah draf Anda layak tayang atau tidak.
Berikut adalah panduan menyusun press release versi wepartners.id yang dijamin menarik perhatian redaksi.
Baca Juga: Seni Mengelola Siaran Pers
- Headline: Bukan Sekadar Judul, Tapi Solusi
Lupakan judul kaku seperti “PT. Maju Bersama Meluncurkan Produk X”. Wartawan mencari dampak. Gunakan formula Data + Dampak + Inovasi.
Buruk: Peresmian Kantor Baru Wepartners di Jakarta.
Menarik: Ekspansi ke Jakarta, Wepartners Targetkan Digitalisasi 1.000 UMKM di Kuartal I.
- Lead yang “To the Point” (5W + 1H)
Jangan biarkan wartawan mencari tahu apa intinya di paragraf ketiga. Paragraf pertama harus menjawab: Siapa melakukan apa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana dampaknya bagi pembaca mereka. - Sediakan “Sudut Pandang” (The Angle)
Wartawan tidak butuh brosur jualan; mereka butuh cerita. Berikan sudut pandang yang relevan dengan tren saat ini. Jika produk Anda adalah aplikasi keuangan, hubungkan dengan isu inflasi atau gaya hidup hemat Gen Z. - Kutipan yang Berbobot, Bukan Normatif
Hindari kutipan seperti: “Kami sangat senang meluncurkan ini.” (Ini tidak memberikan nilai tambah).
Gunakan kutipan yang memberikan visi atau analisis, contohnya: “Kami melihat celah besar pada akses modal bagi kreator konten, dan langkah ini adalah jawaban atas hambatan tersebut.” - Media Kit yang “Sekali Klik”
Jangan lampirkan foto berukuran 20MB yang membuat email mereka penuh. Sertakan link Google Drive/Dropbox yang berisi:
Foto produk/kegiatan resolusi tinggi
Video pendek atau B-roll (untuk media online/TV).
Lembar fakta (Fact Sheet) profil perusahaan.
Mengapa Format Ini Berhasil?
Wartawan saat ini dituntut bekerja cepat dengan target pageviews yang tinggi. Dengan mengirimkan rilis yang “siap saji”—lengkap dengan data, kutipan tajam, dan visual yang apik—Anda sebenarnya sedang membantu mempermudah pekerjaan mereka.
Kesimpulan
Press release tetap menjadi alat komunikasi paling formal dan tepercaya antara perusahaan dan publik. Kuncinya bukan pada seberapa sering Anda mengirimnya, tapi seberapa “berita” konten yang Anda tawarkan.
Wepartners Insight
Jangan hanya mengirim rilis secara masal (blasting). Lakukan pendekatan personal ke wartawan yang relevan dengan industri Anda. Hubungan baik (Media Relations) tetaplah mata uang utama dalam dunia PR.
Ingin strategi komunikasi brand Anda lebih efektif dan tepat sasaran? Konsultasikan strategi media Anda bersama wepartners.id.

